Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan

    Cara membuat kisah Anda

    HosTeladan Tereasa dan David berbagi strategi cerita favorit mereka.
    Oleh Airbnb pada 26 Mei 2021
    Bacaan 8 menit
    Diperbarui 26 Mei 2021

    Poin utama

    • Menemukan, membuat, dan membagikan kisah Anda adalah cara untuk menjalin koneksi dengan tamu

    • Pikirkan tentang pengalaman di rumah atau area Anda yang tidak bisa didapatkan tamu di tempat lain

    • Manfaatkan kehadiran media sosial untuk rumah Anda

    • Perlakukan setiap hambatan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh

    • Pelajari lebih lanjut di panduan lengkap Airbnb untuk meningkatkan layanan penerimaan tamu Anda ke level berikutnya

    HosTeladan Tereasa dan David tahu satu atau dua hal tentang kekuatan cerita. Sebagai orang tua, penggiat kelestarian lingkungan, direktur kreatif, penulis, dan pemilik Camp Wandawega di Elkhorn, Wisconsin, mereka telah belajar bagaimana jalinan cerita dapat menyatukan orang-orang. “Saat kami mulai menemukan dan memublikasikan detail sejarah kamp ini—pernah menjadi bar speakeasy di tahun 1920-an, tempat pertemuan para gembong mafia, rumah bordil, kamp musim panas bagi komunitas pengungsi Latvia, serta keterkaitan kami terhadap tempat ini—kami menemukan bahwa orang benar-benar terkesan," ungkap Tereasa.

    Di sini, mereka berbagi kata-kata bijak tentang cara menemukan dan menulis kisah rumah Anda.

    HosTeladan Tereasa dan David membagikan tips mereka untuk memanfaatkan kekuatan cerita.

    1. Temukan yang cocok untuk Anda

    Tereasa: "Meskipun ruang Anda tidak serupa dengan tempat kedai miras gelap beberapa abad lalu, masih selalu ada kisah yang dapat diceritakan. Untuk menemukan kisah Anda, mulailah dengan mencari tahu:

    • Bagaimana sejarah rumah Anda?
    • Pengalaman unik apa saja tentang kota Anda yang tidak dapat ditemukan tamu di tempat lain?
    • Bagian menarik apa saja yang mungkin Anda remehkan?

    Lakukan penelitian dan masukkan ke iklan tempat Anda."

    David: “Ada lebih banyak yang bisa Anda bagikan mengenai tempat Anda selain jumlah kamar tidur dan kamar mandi. Orang-orang ingin tahu di mana mereka bisa mendapatkan secangkir kopi yang enak, mereka ingin tahu tempat favorit Anda. Jadi, bagikan apa yang unik dari pengalaman yang bisa Anda tawarkan. Tamu mencari keterkaitan dan alasan untuk terlibat secara emosional dan cerita tentang berbagai kisah membantu menyatukan kami. ”

    2. Tidak usah menjadi sempurna

    David: “Sejak awal, kami belajar bahwa kami perlu mempersiapkan ekspektasi orang terlebih dahulu karena kami tidak ingin mengecewakan mereka. Jadi, kami menyusun Manifesto Ekspektasi Rendah. Ini adalah cara yang menyenangkan bagi kami untuk memperkenalkan kehidupan kamp pedesaan. Manifesto ini memberi tahu orang-orang kondisi seperti apa yang akan mereka hadapi. Sering kali mereka harus berurusan dengan serangga yang tidak menyenangkan, makhluk hutan, dan suasana tanpa AC sehingga jika Anda membutuhkan seprai katun Mesir atau kemewahan modern, tempat ini mungkin tidak cocok untuk Anda.”

    Tereasa: “Kami berada di zona tanpa kepura-puraan. Jadi, kami memegang prinsip tersebut dengan bahasa yang kami gunakan untuk menggambarkan tempat kami. Kami bertekad untuk bersikap jujur kepada semua orang. Kami mengutarakan kejujuran dengan nada yang lucu meskipun kenyataannya sedikit menyakitkan. Hiperbola membuat kami jadi memaksakan diri dan hal itulah yang memberi kami rasa humor, yang menjadikan kami lebih mudah didekati, saya rasa begitu. Dan Anda tidak perlu menjadi seorang copywriter untuk dapat didekati—cukup dengan menggambarkan tempat Anda dengan cara yang sangat rendah hati.”

    David: “Saat menelusuri Airbnb, saya senang jika kepribadian seseorang muncul ketika mereka menceritakan tentang tempatnya. Terutama jika kita akan berbagi ruang, saya ingin tahu apakah Anda punya rasa humor dan merupakan seseorang yang dapat saya ajak mengobrol. Jangan menawarkan hal yang berlebihan pada saya. Jangan mencoba berpura-pura menjadi yang terbaik di dunia ini. Cukup bersikap jujur, tulus, dan menyenangkan karena orang-orang ingin merasa nyaman saat tinggal di tempat Anda.”

    3. Aktiflah di media sosial

    Tereasa: “Untuk meningkatkan minat dan pemesanan, manfaatkan kehadiran media sosial untuk rumah Anda. Sebenarnya, sebagian besar orang menemukan kami lewat media sosial terlebih dulu. Mereka menemukan gambar kami atau melalui feedInstagram kami. Ini cara yang sangat baik untuk membangun basis audiens dan mengundang mereka untuk merasakan berbagai pengalaman di kamp kami. Beberapa tips:

      • Cobalah untuk berbagi momen kehidupan yang ingin dialami oleh orang-orang. Anda ingin ada buku di samping tempat tidur dan secangkir kopi panas dengan pemandangan ke luar jendela—semuanya.
      • Gaya yang apik dan fotografi yang menarik adalah daya tarik penting untuk penceritaan visual. Buatlah agar terasa memikat dan indah!”

      David: “Ketika orang mengunjungi Wandawega, tak terhitung berapa kali orang memberi tahu saya bahwa mereka telah melihat foto di Instagram dan ingin langsung berkunjung ke sana untuk ikut merasakan momen di sana sendiri. Instagram menjadi sarana menyimpan berbagai momen—dan tampilan visual tempat Anda untuk audiens. Sering kali hal ini menjadi alasan Anda memperoleh pemesanan.”

      Jangan mencoba berpura-pura menjadi yang terbaik di dunia ini. Bersikaplah jujur, tulus, dan menyenangkan.
      David,
      Elkhorn, Wisconsin

      4. Teruslah “jatuh bangun”

      David: “Pada awalnya, kami membuat banyak kesalahan. Namun, kami belajar untuk menerima apa yang kami sebut jatuh bangun—dan kekacauan hidup. Misalnya, dengan bercerita, kami belajar bahwa ada hal yang disebut cerita yang berlebihan. Meskipun orang senang mendengar tentang muncikari rumah bordil, mafia, dan pembunuhan—mereka tidak ingin tahu di mana hal itu terjadi—apalagi jika mereka harus tidur di sana. Seiring berjalannya waktu, Anda akan menemukan apa yang berhasil, apa yang tidak berhasil, dan apa yang meninggalkan kesan pada audiens Anda.”

      Tereasa: “Bagi kami, jatuh bangun berarti menganggap setiap hambatan sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Itulah cara Anda belajar.”

      5. Bagikan perjalanan Anda

      Tereasa: “Saat kami memulai perjalanan ini, saya merasa sangat takut untuk membagikan foto 'sebelum' tempat kami. Saya pikir tidak akan ada yang ingin tinggal di tempat kami karena terlihat sangat tidak layak. Tetapi, kami justru mendapatkan respons besar dari tamu berkat foto 'sebelum dan setelah'.”

      David: “Orang-orang menghargai kejujuran. Mereka ingin melihat prosesnya. Sekali lagi, mereka mencari keterkaitan pribadi—jangan takut untuk berbagi kisah perjalanan pribadi Anda. Tetaplah jujur dan ceritakan kisah unik Anda.“

      Poin utama

      • Menemukan, membuat, dan membagikan kisah Anda adalah cara untuk menjalin koneksi dengan tamu

      • Pikirkan tentang pengalaman di rumah atau area Anda yang tidak bisa didapatkan tamu di tempat lain

      • Manfaatkan kehadiran media sosial untuk rumah Anda

      • Perlakukan setiap hambatan sebagai kesempatan untuk belajar dan tumbuh

      • Pelajari lebih lanjut di panduan lengkap Airbnb untuk meningkatkan layanan penerimaan tamu Anda ke level berikutnya
      Airbnb
      26 Mei 2021
      Apakah ini membantu?