Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan

    Merefleksikan tahun pertama program Open Homes Airbnb

    Inilah cara kami berkomitmen membantu pengungsi saat mereka memulai kehidupan baru.
    Oleh Airbnb pada 20 Jun 2018
    Bacaan 5 menit
    Diperbarui 7 Des 2020

    Poin utama

    • Terinspirasi oleh kemurahan hati tuan rumah, Airbnb meluncurkan program Open Homes

    • Pada Hari Pengungsi Sedunia, kami bangga bisa berdiri bersama para pengungsi dan meninjau kembali tahun pertama tuan rumah membuka rumahnya untuk selamanya

    Open Homes kini menjadi Airbnb.org
    Program Open Homes Airbnb telah berubah menjadi Airbnb.org, organisasi nirlaba 501(c)(3) baru. Terima kasih telah membangun komunitas Open Homes bersama kami. Kami sangat senang jika Anda menjadi bagian dari fase baru ini.

    Ketika larangan bepergian AS diumumkan pada tahun 2017, kami terinspirasi untuk mengambil tindakan—dan kami tidak sendirian. Ini memicu gelombang kemurahan hati, mendorong banyak dari kami untuk bertanya pada diri sendiri, "Bagaimana kami bisa membantu?"

    Open Homes adalah jawaban kami untuk pertanyaan tersebut. Sejak saat itu, kami makin yakin bahwa ada hal sederhana yang bisa dilakukan oleh kita semua untuk membantu. Dan kita tidak boleh membiarkan semangat untuk membantu itu memudar.

    Bagaimana Open Homes dimulai

    Ide menggunakan Airbnb untuk memberi tempat menginap kepada orang-orang yang membutuhkan berasal dari tuan rumah di Brooklyn, New York, pada tahun 2012. Dia ingin menawarkan rumahnya secara gratis kepada mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat Badai Sandy.

    Begitu kami membangun kemampuan bagi tuan rumah untuk menawarkan tempat mereka secara gratis, lebih dari 1.000 tuan rumah bergabung—dan kami menyadari bahwa ini tidak terbatas pada satu kejadian saja. Sejak saat itu, tim kami telah menanggapi ratusan bencana, dan tuan rumah telah membuka rumah mereka kepada para pengungsi dan tenaga bantuan dari seluruh penjuru dunia.

    Cara kami berkembang dari menanggapi bencana menjadi melayani komunitas pengungsi

    Kami menyadari program ini dapat memberi manfaat lebih dari sekadar tempat tinggal sementara yang bersifat lokal. Jutaan orang harus meninggalkan rumah mereka karena konflik atau gejolak politik—mereka mungkin menjadi tetangga kita.

    Karena misi Airbnb adalah menciptakan dunia tempat semua orang dapat diterima di mana pun, kami ingin membantu melayani individu dan komunitas yang paling membutuhkan. Itulah yang akan dilakukan Open Homes

    Melalui program kami, tuan rumah telah menerima lebih dari 70.000 tamu dari lebih dari 104 negara. Ini termasuk orang-orang seperti Zak, pengungsi dari Yaman yang pindah ke Denver dan bukan hanya mendapatkan tempat menginap, namun juga komunitas baru dan sistem dukungan melalui tuan rumahnya, Susan.

    Apa yang telah kami pelajari

    Setelah kami membahas sedikit sejarah Open Homes, berikut adalah tiga hal utama yang telah kami pelajari selama setahun terakhir—dan komitmen yang kami buat sebagai tanggapannya.

    Kami tidak dapat melakukan semua ini tanpa para mitra kami
    Tercabut dari kehidupan saja sudah sangat berat, belum lagi mempelajari hukum dan norma budaya di rumah baru. Untungnya, ada organisasi telah bekerja selama puluhan tahun untuk membantu para pengungsi menjalaninya. Mereka memperjuangkan para pengungsi di kancah lokal dan internasional dan melobi untuk meningkatkan proses untuk semua hal, mulai mendaftarkan anak-anak di sekolah hingga mencari pekerjaan. Dan karena kerja berbagai organisasi ini, ada landasan yang kuat bagi perusahaan seperti Airbnb untuk mengulurkan bantuan.

    Itulah sebabnya setahun terakhir kami berfokus pada membangun kemitraan yang kuat dengan organisasi, baik lokal maupun global, yang paling menguasainya. Kami terus belajar dari mereka dan bekerja sama untuk membangun program Open Homes yang dapat membantu memenuhi kebutuhan para pengungsi yang mereka layani. Banyak organisasi yang sudah menggunakan Open Homes untuk mencari akomodasi bagi klien mereka. Beberapa mitra kami antara lain International Rescue Committee (IRC), SINGA, dan Solidarity Now.

    Salah satu hal yang paling berharga yang telah kami pelajari dari mitra kami adalah cara bekerja dengan populasi yang rentan. Kami telah belajar bahwa orang yang berniat baik pun dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman tanpa sengaja. Tim kami telah melalui pelatihan kepekaan dan berkomitmen untuk menyediakan materi pelatihan kepekaan kepada semua tuan rumah Open Homes.

    Kami perlu merancang bersama komunitas yang kami layani, bukan untuk mereka
    Selama setahun terakhir, tim Airbnb berkunjung ke Athena, Yunani, untuk bertemu dengan sejumlah organisasi nirlaba dan para tuan rumah setempat yang menyatakan ketertarikan terhadap program Open Homes. Kami berbicara dengan para pekerja sosial, sukarelawan, pengungsi, dan orang-orang yang sudah menerima para pengungsi melalui program Solidarity Now yang diadakan oleh Home for Hope. Kami kagum dengan upaya berbagai organisasi ini, dan juga keberanian luar biasa para pengungsi yang kami temui.

    Kami meninggalkan Athena dengan satu temuan utama: Setiap kota menghadapi situasi sosial, ekonomi, dan politik yang unik. Oleh karenanya, kami berkomitmen membangun tim yang beragam yang mewakili komunitas yang kami layani dan dapat menyuarakan tantangan yang mereka hadapi. Itulah satu-satunya cara agar kami bisa membangun inisiatif global yang berdasarkan empati.

    Setelah kunjungan ini, tim kami juga berkomitmen akan melakukan pekerjaan lapangan setiap tiga bulan. Dan bukan hanya beberapa orang terpilih saja yang akan berangkat—semua orang di tim kami diharuskan berpartisipasi dalam penelitian atau pekerjaan lapangan sepanjang tahun. Kami perlu merancang bersama orang-orang di lapangan—bukan hanya untuk mendapatkan umpan balik, tetapi juga untuk mendapatkan inspirasi.

    Komunitas kita dapat membantu mengubah narasi
    Para pengungsi menghadapi prasangka yang sangat besar, berasal dari segala pandangan negatif dan kesalahpahaman umum seputar masalah ini. Istilah "pengungsi" pun sering disalahgunakan. Perlu percakapan panjang dengan berbagai lembaga pemerintah dan organisasi nirlaba agar kami dapat benar-benar memahami tingkat keseriusan krisis ini. Namun, kami mempelajari bahwa kesalahpahaman ini dapat berubah menjadi ketakutan yang tidak berdasar.

    Untuk mendapatkan status pengungsi, Anda harus memenuhi definisi hukum "pengungsi." Ini berarti memberikan bukti yang cukup bahwa Anda tidak bisa kembali ke rumah karena menghadapi penganiayaan, serta menjalani pemeriksaan menyeluruh. Mengetahui itu saja mungkin dapat membantu orang-orang lebih peduli dan lebih tidak takut terhadap pengungsi.

    Terinspirasi oleh upaya berbagai pihak seperti Refugees Deeply, kami kini lebih berkomitmen untuk membantu mengubah narasi ini. Kami mulai dengan mendokumentasikan kisah orang-orang yang mengalami krisis ini secara langsung. Harapan kami adalah komunitas ini dapat membantu kami membagikan kisah-kisah ini lebih luas dan membantu menghilangkan stigma yang terkait dengan kata "pengungsi".

    Melihat ke depan

    Secara angka, target pertama kami adalah membantu tuan rumah menerima lebih dari 100.000 orang yang membutuhkan pada tahun 2022. Ini hanya sebuah tonggak awal—bukan tujuan akhir. Kami tahu bahwa komunitas yang rentan akan selalu membutuhkan tempat untuk merasa aman, disambut, dan diterima.

    Untuk mendukung tujuan ini, pekerjaan kami harus lebih dari sekadar angka. Kita harus membantu mempersatukan orang-orang yang meyakini bahwa setiap orang harus memiliki tempat tinggal yang aman. Orang-orang yang tidak ragu untuk menerima mereka yang kehilangan tempat tinggal secara tak terduga. Orang-orang yang percaya kebaikan tidak membutuhkan biaya apa pun. Dan kami berterima kasih kepada semua organisasi dan tuan rumah yang bekerja bersama kami untuk mewujudkan ini.

    Bergabunglah dengan komunitas yang terus berkembang yang memberdayakan kekuatan berbagi ketika dibutuhkan.

    Informasi yang terdapat dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak diterbitkan.

    Poin utama

    • Terinspirasi oleh kemurahan hati tuan rumah, Airbnb meluncurkan program Open Homes

    • Pada Hari Pengungsi Sedunia, kami bangga bisa berdiri bersama para pengungsi dan meninjau kembali tahun pertama tuan rumah membuka rumahnya untuk selamanya

    Airbnb
    20 Jun 2018
    Apakah ini membantu?