Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan

    Komunitas berbagi: program pengungsi Afganistan Airbnb.org

    Penginapan Airbnb.org menawarkan tempat untuk beristirahat dan memulihkan diri bagi pengungsi Afganistan.
    Oleh Airbnb pada 2 Des 2021
    Bacaan 3 menit
    Diperbarui 2 Des 2021

    Poin utama

    Terinspirasi oleh kemurahan hati Anda, Airbnb.org berkomitmen untuk menyediakan tempat tinggal sementara bagi 20.000 pengungsi Afganistan sebagai respons atas krisis di Afganistan. Upaya ini didanai oleh Airbnb, Brian Chesky, dan donatur lainnya—termasuk Tuan Rumah Airbnb.

    Banyak dari Anda juga telah membuka rumah bagi para pengungsi secara gratis atau dengan diskon, menyambut pengungsi saat mereka berpindah ke tempat baru di seluruh dunia. Baru-baru ini kami berbicara dengan Tuan Rumah dan tamu Airbnb.org mengenai pengalaman mereka dan makna program ini bagi mereka.

    (Beberapa nama telah diubah untuk melindungi privasi mereka.)

    Kreativitas dan penyembuhan di negeri baru

    Shaheen belum lama ini meninggalkan Afganistan dan memulai kehidupan baru di Amerika Serikat. Meninggalkan rumah—termasuk istri dan tiga anaknya—adalah hal yang sulit, tetapi menurutnya, ia bisa menghibur diri dengan berada di luar, bermeditasi, dan berkreasi. Dia berjalan-jalan di taman di dekat rumah barunya, duduk di pelabuhan, dan memotret gunung, pepohonan, dan bunga. Kemudian, ia menggunakan foto itu sebagai referensi untuk lukisannya.

    “Saya melepas penat dengan melukis dan membuat kaligrafi,” kata Shaheen. Kegiatan ini membuatnya tetap merasa tenang dan terhubung ke kampung halamannya di Afganistan, sembari mengatasi keadaannya yang terpisah dari keluarganya.

    "Secara fisik saya ada di sini, tetapi secara mental saya berada di sana," ujarnya. Shaheen bercerita bahwa pengalaman pengungsi itu mencakup perasaan berduka tentang masa lalu, menyesuaikan diri dengan masa kini yang masih asing, dan merasakan ketidakpastian mengenai masa depan.

    "Ini bukan hanya kisah saya, ini kisah ribuan orang," ujarnya. “Sangat sulit untuk menjalaninya. Anda tidak tahu cara berbelanja, Anda tidak tahu cara menulis. Semuanya berbeda."

    Setibanya di Amerika Serikat, Shaheen mencari kondisi yang stabil dan komunitas. Melalui Lutheran Social Services, ia menerima uang, bahan makanan, dan penginapan gratis melalui Airbnb.org untuk mempermudah memulai kehidupan baru.

    Masa menginapnya telah memperluas pandangan Shaheen mengenai rumah dan komunitas dengan cara yang tidak ia duga.

    “Saya merasa seperti tinggal di rumah sendiri. Meskipun saya tidak mengenal daerah ini dan tidak mengenal orang-orangnya, saya merasa 100% aman dan saya senang di sini.
    Shaheen,
    pengungsi Afganistan di AS

    Shaheen mengatakan ia juga menghargai hubungannya dengan Tuan Rumah. Ini pertama kalinya Shaheen menginap di apartemen, jadi Tuan Rumah menunjukkan kepadanya cara menggunakan kotak penyimpanan dan masuk ke dalam gedung. Mereka berencana untuk makan siang bersama sebelum Shaheen pindah ke destinasi berikutnya.

    Shaheen masih menyesuaikan diri antara kehidupan barunya di Amerika dan kehidupan yang ia tinggalkan di Afganistan. Ketika Shaheen rindu untuk bersatu kembali dengan keluarganya, ia menemukan harapan dalam kekuatan kata yang terucap. "Saya hanya ingin berbagi suara hati saya," ujarnya. “Saya ingin kedamaian untuk diri saya dan bangsa saya. Saya ingin memberikan harapan kepada anak-anak saya, dari sini. Saya ingin mereka mengetahui tentang kebebasan."

    Rumah sebagai tempat untuk beristirahat dan menemukan hal bermakna

    Melissa menjadi Tuan Rumah Airbnb pada bulan Maret 2021. Melalui Airbnb.org, ia menjadi Tuan Rumah penginapan gratis untuk keluarga yang terkena dampak Badai Ida, dan kini ia menawarkan tempatnya kepada mereka yang mencari perlindungan di masa krisis lainnya.

    Ketika dia mendengar tentang ribuan pengungsi yang melarikan diri dari Afganistan, Melissa sangat ingin membantu. Dia menanggapi YMCA setempat, mitra Airbnb.org, ketika organisasi tersebut mencari seseorang yang bisa menampung keluarga yang terdiri dari tujuh orang.

    Melissa tahu tempatnya cukup luas untuk mengakomodasi mereka dengan nyaman. Sentuhan kreatif dan apa adanya di rumahnya memberinya cara untuk menjalin koneksi dengan tamunya dan menawarkan dukungan.

    "Setelah putri saya pergi untuk kuliah, rumah saya terasa seperti sebuah sarang kosong," kata Melissa. “Sejujurnya, menerima tamu benar-benar membantu mengatasi kesepian. Saya senang melihat anak-anak bermain di halaman, keluarga memasak, dan memainkan permainan papan.”

    Anak-anak sangat tertarik dan ingin tahu tentang tempat makan burung. “Saya memiliki buku berjudul Backyard Birds in Texas dan teropong. Saya menunjukkan beraneka burung yang bisa dilihat di sini kepada anak-anak dan ibunya," kata Melissa. Dia menjalin kedekatan dengan mereka melalui burung kardinal dan bluejay yang mereka temukan bersama selama menginap.

    Melissa mengapresiasi dukungan dari komunitasnya yang telah membuat keluarga ini merasa lebih diterima di rumah sementara mereka.

    "YMCA datang dengan kulkas yang penuh dengan bahan makanan." kata Melissa. “Apa pun yang ingin dimasak keluarga, termasuk rempah-rempah halal. Mereka juga membawa tiga wadah plastik yang penuh dengan perlengkapan bayi, perlengkapan mandi, dan perlengkapan sekolah.”

    Dario Lipovac, Direktur Program Senior Houston YMCA, mengatakan bahwa dari semua sumbangan yang diterima organisasinya, tempat menginap adalah yang paling praktis. “Ini menceritakan tentang orang-orang yang membuka pintu rumah mereka dan mengizinkan orang asing untuk menginap, dan komunitas tuan rumah yang menawarkan dukungan. Melihat orang berkata, ‘Apa yang bisa kami lakukan untuk membantu?' merupakan momen yang menyatukan.”

    Pelajari bagaimana Anda bisa mendukung pengungsi melalui Airbnb.org

    Poin utama

    Airbnb
    2 Des 2021
    Apakah ini membantu?