Lanjutkan ke bagian berikutnya untuk mengakses hasil yang disarankan

    Peran seorang pekerja sosial dalam perjalanan hidup seorang pengungsi

    Kisah pekerja sosial yang menggunakan Open Homes Airbnb untuk membantu klien pengungsinya.
    Oleh Airbnb pada 18 Jan 2019
    Bacaan 4 menit
    Diperbarui 7 Des 2020

    Poin utama

    • Airbnb bekerja sama dengan sejumlah organisasi nirlaba tepercaya yang menangani pengungsi di AS

    • Organisasi nirlaba mempekerjakan pekerja sosial untuk membantu pendatang baru menangani berbagai kebutuhan seperti tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan

    • Open Homes memberikan bantuan dengan menyediakan tempat tinggal sementara bagi pengungsi dan pencari suaka sementara pekerja sosial mencarikan solusi jangka panjang

    Open Homes kini menjadi Airbnb.org

    Program Open Homes Airbnb telah berubah menjadi Airbnb.org, organisasi nirlaba 501(c)(3) baru. Terima kasih karena telah membangun komunitas Open Homes bersama kami. Kami sangat senang jika Anda menjadi bagian dari babak baru ini.

    Jennifer Glassmyer masih ingat dengan jelas pertama kali ia menyambut keluarga pengungsi di bandara Seattle. “Mereka orang Somalia. Sang ibu adalah ibu tunggal yang sedang mengandung dan bepergian bersama empat anaknya, salah satunya penyandang disabilitas. Mereka belum pernah naik pesawat sebelumnya, dan kami khawatir bagaimana mereka akan melewati imigrasi,” kata Jennifer.

    “Saya berdiri di tempat pengambilan bagasi bersama seorang teman mereka dari penampungan pengungsi, tempat mereka tinggal selama bertahun-tahun di Kenya, namun mereka sudah sekitar lima tahun tidak bertemu. Butuh waktu yang lama, tetapi begitu mereka melewati pintu, kedua wanita itu berlari melintasi ruangan, saling berpelukan, dan mulai berbicara satu sama lain dalam bahasa Somalia. Meskipun saya tidak paham apa yang mereka katakan, momen itu sangat emosional bagi semua orang.”

    Jennifer bekerja untuk Jewish Family Service (JFS) di Seattle, salah satu organisasi nirlaba yang menerima klien pengungsi dari sembilan lembaga nasional yang bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri AS. Komunitas Yahudi Amerika memiliki sejarah panjang mendukung penduduk yang kehilangan tempat tinggal karena —seperti yang dijelaskan situs web JFS —“komunitas kami mengerti bagaimana rasanya meninggalkan rumah sendiri dan membangun kehidupan kembali di negeri asing.”

    JFS juga merupakan mitra Open Homes, yang berkolaborasi dengan tuan rumah Airbnb menawarkan tempat tinggal sementara gratis kepada pengungsi di area Seattle. Kami duduk bersama Jennifer berbicara tentang pekerjaannya, mempelajari lebih lanjut tentang perjalanan pengungsi, dan bagaimana dia mendapat inspirasi “untuk menggunakan hak istimewanya sebagai warga negara Amerika untuk membantu orang-orang yang bukan warga negara AS.”

    Latar belakang lintas budaya

    Ketertarikan Jennifer untuk bekerja dengan pengungsi sudah dimulai sejak SMA, ketika ia menghabiskan setahun di luar negeri, di Belgia. “Saya menyaksikan betapa banyak pengungsi dari Afrika Utara dan Timur Tengah di sana, yang merupakan topik hangat pada tahun 2012. Sentimen anti-imigran di sana sangat mengejutkan.“

    Setelah kembali ke AS, ia menjadi mahasiswa University of Washington, dan—terdorong oleh pengalamannya di Belgia—memilih untuk menjadi bagian dari gugus tugas terkait krisis pengungsi Suriah. Ternyata bekerja membantu pengungsi merupakan “perpaduan antara ilmu hukum, sosiologi, dan bahasa—topik yang semuanya saya sukai dan minati.” Gugus tugas itu memperkenalkannya kepada JFS, tempat ia bekerja selama lebih dari dua tahun sebagai manajer kasus dan koordinator pra-kedatangan.

    Membantu para pengungsi

    Seorang pekerja sosial mendampingi pengungsi selama tiga bulan pertama mereka di negara ini, dan JFS menerima klien yang pindah tempat tinggal dari Departemen Luar Negeri.

    “Tiga bulan mungkin tampak singkat—dan memang singkat!” kata Jennifer. “Jadi, sebagian besar dari tugas kami adalah menghubungkan orang-orang ke berbagai layanan—layanan medis, pendidikan, tempat tinggal—yang mereka butuhkan untuk kehidupan yang stabil jangka panjang.”

    Pekerja sosial membantu orang-orang mendaftar program belajar bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (ESL), asuransi kesehatan, sekolah dan penitipan anak-anak mereka, dan memandu mereka untuk mendapatkan pekerjaan—semua sistem yang akan sulit untuk dimengerti sendiri di negara baru.

    Bagaimana cara Open Homes memberikan bantuan?

    Meskipun menyiapkan stabilitas jangka panjang bagi keluarga pengungsi adalah tujuan utama seorang pekerja sosial, tempat tinggal sementara dapat berperan penting dalam perjalanan hidup seorang pengungsi.

    “Sangat sulit untuk menyiapkan sekian banyak tempat tinggal permanen sebelum semua orang tiba,” kata Jennifer. “Dan dahulu, satu-satunya opsi sementara kami adalah hotel, yang biayanya sangat mahal. Kemitraan [Open Homes] adalah berkah besar bagi kami,” karena memungkinkan kami mengurangi biaya tempat tinggal sementara dan memberikan tempat tinggal yang nyaman bagi pengungsi yang baru tiba. Dapur untuk memasak atau halaman bermain untuk anak-anak merupakan hal yang berarti di masa awal transisi pengungsi.

    Jennifer mengatakan bahwa JFS “mendapatkan pengalaman yang luar biasa positif sejauh ini dari semua tuan rumah [Open Homes]”, ia kemudian menjelaskan bahwa beberapa tuan rumah “sudah pernah menerima pengungsi dan mereka menaruh minat besar pada gerakan seperti ini.”

    Walau demikian, pengalaman tidak diperlukan untuk menjadi tuan rumah Open Homes, dan mitra-mitra kami berperan aktif di sepanjang masa inap. Manajer kasus dari JFS (atau lembaga mitra Airbnb lainnya) memulai proses ini—mengirimkan pesan kepada calon tuan rumah dan menyelesaikan detail pemesanan—serta berperan sebagai titik kontak utama (dan sering kali setiap hari) bagi tamu pengungsi selama masa inap.

    Bagi mereka yang tidak bisa membukakan rumahnya namun tetap ingin bergerak secara lokal, ada cara lain untuk memberikan kontribusi bagi komunitas pengungsi. Opsi yang ditawarkan bervariasi di setiap wilayah, dari donasi dalam bentuk barang hingga peluang memberikan bimbingan atau menjadi sukarelawan. Jennifer menyarankan untuk melakukan riset melalui internet tentang lembaga perpindahan tempat tinggal (resettlement agency) yang ada di lingkungan Anda, kemudian bertanya secara langsung cara memberikan bantuan.

    Dampak yang berkelanjutan

    Bercermin dari pengalamannya bekerja membantu para pengungsi, Jennifer mengatakan, “Sebagai seseorang yang dilahirkan dan dibesarkan di Amerika Serikat, lalu mulai bekerja membantu para pengungsi di usia 20-an, saya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga, yang membentuk cara saya memandang dunia. Saya belajar untuk memiliki pola pikir yang ingin lebih mengenal orang lain dan menurut saya hal ini membantu perkembangan suatu komunitas.”

    Terakhir, “pekerjaan ini juga mengajarkan saya banyak hal bahwa saya dapat menggunakan hak saya sebagai warga negara Amerika untuk membantu orang-orang yang bukan warga negara AS. Saya rasa kita jarang memandang kewarganegaraan kita sebagai hak istimewa, tetapi itu memang hak istimewa,” kata Jennifer.

    “Pengalaman ini membuka mata saya, membuat saya belajar, dan membandingkan [situasi saya] dengan orang-orang yang berusaha begitu keras untuk menjadi warga negara, sementara saya mendapatkannya begitu saja ketika lahir. Saya tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan kewarganegaraan saya. Saya jadi lebih menghargai kewajiban sipil saya dan dampak yang dapat saya berikan kepada negara ini secara keseluruhan.”

    Bergabunglah dengan komunitas yang terus berkembang yang memberikan dukungan bagi orang-orang ketika dibutuhkan.

    Informasi yang terdapat dalam artikel ini mungkin telah berubah sejak dipublikasikan.

    Poin utama

    • Airbnb bekerja sama dengan sejumlah organisasi nirlaba tepercaya yang menangani pengungsi di AS

    • Organisasi nirlaba mempekerjakan pekerja sosial untuk membantu pendatang baru menangani berbagai kebutuhan seperti tempat tinggal, pendidikan, dan pekerjaan

    • Open Homes memberikan bantuan dengan menyediakan tempat tinggal sementara bagi pengungsi dan pencari suaka sementara pekerja sosial mencarikan solusi jangka panjang

    Airbnb
    18 Jan 2019
    Apakah ini membantu?